Sabtu, 20 Agustus 2011

Mulusnya laba dari bisnis suvenir keramik foto

Mug keramik dengan gambar wajah mungkin sudah biasa. Selain bisa dijadikan mug atau ubin rumah, keramik juga bisa dimanfaatkan untuk pajangan dengan sentuhan gambar atau foto. Sebagian konsumen suvenir ini adalah anak muda untuk diberikan kepada pacar atau teman baik. Selain individual, pesanan juga dalam partai besar.

Keramik tidak hanya sekadar sebagai bahan baku lantai bangunan, namun bisa juga berfungsi sebagai suvenir. Dengan sentuhan gambar atau foto, keramik juga bisa menjadi pajangan yang indah. "Banyak yang memesannya, saya yakin masih akan berkembang ke depan," kata Prasetya Adi Nugraha pemilik Elfata Souvenir di Bekasi.

Ia bilang, selain gambar wajah, banyak orang juga memesan bentuk dan gambar lain seperti pemandangan. Saat ini, Elfata Souvenir lebih berkonsentrasi melayani pembuatan suvenir dalam partai besar.

Konsumen utamanya adalah sekolah-sekolah yang mengadakan acara perpisahan. "Minimal mereka memesan 100 buah," katanya. Selain sekolah, kadang ia juga mendapatkan pesanan dari penyelenggara outbound.

Walau melayani pesanan dalam partai besar, Elfata Souvenir tetap melayani pesanan individual. Untuk pesanan dalam jumlah besar, Prasetya akan memberikan layanan antar-jemput sehingga konsumen tidak perlu repot-repot datang. Adapun untuk pesanan individu, "Mereka harus datang sendiri," katanya.

Selain suvenir foto, Prasetya juga membuat suvenir mug keramik. Ia mengakui penjualan mug keramik lebih banyak, hal itu karena masyarakat bisa menggunakan mug bukan hanya untuk pajangan tapi juga tempat minum.

Prasetya membanderol harga suvenir keramiknya berbeda-beda, tergantung dari ukuran keramik yang digunakan dan jumlah pembelian. Keramik ukuran 20x20 cm dan 20x25 cm dengan pemesanan sebanyak 1-12 harganya Rp 28.000 per buah. Sedangkan pembelian sebanyak 13-100, harganya Rp 25.000. "Pembelian di atas 100 unit harganya Rp 22.000," katanya. Dengan penjualan itu, omzet yang mampu diraih sebesar Rp 10 juta per bulan. Daerah pemasaran suvenir keramiknya meliputi Aceh, Nusa Tenggara Barat, dan daerah lain di Indonesia.

Ia menceritakan, pembuatan suvenir foto keramik sebenarnya cukup mudah. Pertama-tama foto dicetak dengan printer inkjet di atas kertas khusus carter. Setelah itu, kertas dipres dengan alat khusus bersuhu 150 derajat Celcius. Namun, keramik yang dipakai Prasetya tidak sama dengan yang dijual secara umum. "Saya mendapat kiriman khusus dari Jawa Tengah," katanya.

Fajar Kuswanto, pemilik Artagrahaholic di Klaten, Jawa Tengah, juga berbisnis suvernir keramik dengan foto. Fajar menekuni usaha suvenir ini sejak tiga tahun lalu. "Tahun ini pertumbuhannya lebih lumayan karena ada pergantian manajemen," katanya. Berbeda dengan Prasetya, Fajar lebih fokus pada konsumen individual.

Ia mengatakan, hampir 60% pembeli suvenir keramiknya adalah anak muda yang biasanya diberikan untuk pacar atau teman. Selain itu ada juga para orang tua yang memberikan hadiah untuk anaknya yang masih kecil. Fajar juga bekerja sama dengan sejumlah studio foto untuk menjaring pelanggan.

Harga suvenir keramik Fajar Rp 30.000 per unit untuk ukuran 20x25 cm. Sedangkan untuk ukuran 20x20 cm dihargai Rp 25.000 dan 10x 20 cm Rp 20.000.

Tak hanya di Klaten saja permintaan datang, namun juga dari kota-kota besar lain seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. "Harganya lebih murah, sebab tenaga kerjanya juga murah," katanya.

Dengan pangsa pasar yang cukup luas tersebut, Fajar mampu mengantongi omzet hingga Rp 8 juta per bulan. Dengan margin sampai 50%, keuntungan bersih Fajar mencapai Rp 4 juta per bulan.

Dalam proses pembuatannya, Fajar memodifikasi mesin cetak kaos. "Belum ada alat khusus untuk mencetak foto di keramik," katanya. Dua pengusaha suvenir itu optimistis usahanya akan mampu berkembang pesat. "Keramik foto masih banyak yang berminat," kata Prasetya.

Source: http://www.lantaiparket.com/2011/03/mulusnya-laba-dari-bisnis-suvenir.html

parquet indonesia parket lantai kayu lantai kayu parket lantai kayu parquet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar